A global focus

INTERNATIONAL WORK FOR A NATIONAL PURPOSE

Showing posts with label Planet. Show all posts

Bintang Di Langit Tinggal Seidkit , Apa Penyebabnya ?

Bintang Di Langit Tinggal Seidkit , Apa Penyebabnya ? - Barusan saya berkeliling melihat lihat artikel sambil mencari bahan untuk memposting Fakta fakta terbaru yang ada di dunia yang pastinya akan menambah wawasan kita . Dan tidak sengaja ada salah satu artikel yang menyebutkan bahwa Jumlah Bintang di langit berkurang . Loh , benarkah ???

Bahkan saya tidak pernah menghitung bintang dilangit yang memang begitu banyak . Dan saya sendiri tidak bisa memastikan berapa jumlah bulat dari banyaknya bintang di langit itu , apa ribuan , jutaan atau bahkan milyaran , Ya saya sebagai makhluk bumi hanya bisa menikmati keindahan sinar bintang tanpa mau repot repot untuk menghitungnya apalagi menelitinya . Karena saya bukan astronom .

Tapi benarkah jumlah bintang dilangit berkurang dan hanya tinggal sedikit ? Kita akan bahas dibawah ini secara rinci dan apa saja penyebabnya . Namun sebelum itu sebaiknya kita bahas dulu apa itu bintang dan bagaimana Bintang itu bekerja , sekedar mengingatkan anda ke masa pelajaran SD dulu ddengan tambahan ilmu sedikit yang lebih modern dan faktual tentunya .

Dulu kita hanya diberi tahu bahwa Perbedaan bintang dan bulan adalah bahwa bintang mengeluarkan sinarnya sendiri sementara bulan dan planet hanya memantulkan cahaya . Namun kali ini kita akan beri fakta mengenai bintang yang lebih kompleks lagi .

Tahukah anda bahwa bintang adalah matahari ?
Ya , bintang adalah matahari yang letaknya terlampau jauh dari planet tempat tinggal kita . Kenapa bisa disebut matahari padahal ukuran mereka kecil ? Karena bintang mengeluarkan cahanya sendiri layaknya matahari yang bisa memproduksi cahaya sendiri .

Kenapa bintang kecil ?
Kembali lagi ke soal yang sedikit saya singgung diatas bahwa bintang terletak sangat jauh dari galaksi Bima sakti yang merupakan galaksi kita . Dan fakta lainnya adalah bahwa cahaya bintan yang sekarang kita lihat adalah cahaya yang sudah lama dihasilkan oleh bintang tersebut ( masa lampau ) .

Bisa jadi cahaya bintang yang kita lihat adalah cahaya bintang seribu tahun lalu , lagi lagi karena jarak yang teramat jauh sehingga baru nyampai ke Bumi . Sekarang anda bisa melihat bintang mengeluarkan cahaya yang cantik dan begitu terang , namun sebenarnya bintang tersebut ternyata sudah padam . Karena menurut penelitian ternyata bintang juga bisa kehabisan bahan bakar dan akhirnya padam , sementara sinarnya yang dihasilkanmasih merambat menuju galaksi yang lain .

Kembali ke Topik Berkurangnya jumlah bintang
Ada dua alasan yang kita punya mengapa Bintang semakin berkurang .

Alasan pertama : Bintang Kehabisan Bahan Bakar
Hal ini dikarenakan alam semesta menghasilkan bintang lebih sedikit akibat galaksi mulai kehabisan gas. Demikian penelitian oleh Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO).

Robert Braun dari  CSIRO meneliti beberapa galaksi jauh dan membandingkannya dengan galaksi-galaksi terdekat. Peneliti menemukan galaksi saat masa pembentukan dulu memiliki molekul hidrogen lebih banyak dibandingkan dengan galaksi masa kini. Karena bintang terbentuk dari hidrogen, jika semakin sedikit hidrogen yang ada, maka semakin sedikit bintang yang terbentuk. Penelitian ini memberikan kita informasi mengapa alam semesta mulai redup dan kehilangan cahayanya.

Masalah utamanya adalah bagaimana galaksi dapat mendapat gas dari luar. "Gas masuk ke galaksi melalui ruang antargalaksi. dua pertiganya masih ditemukan di ruang tersebut, hanya sepertiga yang membentuk galaksi," ungkap astronom. Dua per tiga gas yang ada di ruang antargalaksi menciptakan planet, planet kerdil, dan bintang neutron.

Tersendatnya gas di dalam ruang antargalaksi tercipta saat Energi Gelap (Dark Energy) mulai menjajah alam semesta. "Kecepatan Energi Gelap itu akan membuat galaksi semakin sulit menciptakan bintang," papar Braun. "Jadi, molekul gas yang digunakan mengalami penurunan yang cukup cepat. Selama interval waktu yang kami pelajari, penurunan itu semakin cepat," tambahnya. (Sumber: Physorg/nationalgeographic)

Alasan Kedua : Cahaya lampu
Semakin terang cahaya di sekeliling kita maka akan semakin sedikit bintang yang bisa kita lihat . Untuk membuktikannya silahkan anda pergi ketempat yang gelap dan lihatlah ke langit . Mungkin butuh waktu beberapa menit untuk mata anda beradaptasi ke tempat yang lebih gelap .

Silahkan coba berbaring atau duduk di kawasan yang minim cahaya dan lihatlah ke langit ( Cerah ) maka anda akan menemui bintang yang begitu banyak bertaburan dan anda akan terpesona dengan keindahan bintang dalam kegelapan . Anda akan menemui kembali sungai langit dan bintang bintang yang bergerak tidak beraturan .

Jadi Alasan mengapa bintang berkurang belakangan ini sudah terjawab dengan alasan diatas . Materi ini saya ambil dari blog tetangga yang membahas kasus serupa dan menurut saya begitu inspiratif .

Anda bisa menemukan kasus serupa di http://anonymouspalsu.blogspot.com/2013/09/sekarang-bintang-di-langit-terlihat.html

Aneh ! Danau Ini Mengubah Hewan Menjadi Batu

Aneh ! Danau Ini Mengubah Hewan Menjadi Batu - Melihat dari judul artikel ini tentu akan membawa kita selah kembali kemasa kanak kanak dan masuk ke alam negeri Dongeng yang mustahil terjadi di kehidupan nyata . namun ini bukan dongeng dan ini kenyataan yang mengerikan .
Ya , Danau Natron yang mematikan . Di satu sisi danau ini adalah tempat yang sangat nyaman untuk para Flamingoes kawin dan bersantap ria . Ada lebih dari 2,5 juta flamingoes yang bermukim dan mencari makan disana , Danau Natron adalah tempat yang aman dari para predator si burung berkaki panjang dan juga menyimpan banyak sekali makanan seperti Alga spirulina untuk santapan mereka . Namun bagi hewan lain , Danau di utara perairan Tanzania ini bisa menjadi neraka yang mengerikan .

Danau dangkal yang kedalamannya kurang dari 3 meter itu adalah kuburan dari ribuan hewan kecil dan burung . bahkan banyak Flaminggo yang mati di Area ini karena kurang hati hati .

Natron adalah danau garam, airnya memiliki pH sampai 10,5, begitu kaustik hingga bisa membakar kulit dan mata hewan yang tidak bisa beradaptasi dengannya. Ditambah lagi dengan suhu airnya yang bisa mencapai 60 derajat Celcius.

Danau Natron, namanya diambil dari natron -- mineral natrium karbonat dekahidrat (sodium carbonate decahydrate) yang biasa digunakan orang Mesir kuno mengeringkan organ selama proses mumifikasi atau membuat mumi.

Kandungan mineral dalam airnya juga punya fungsi sebagai pengawet bangkai hewan malang yang tercebur lalu mati. Membuat mereka seakan dicelupkan dalam adonan semen.Dan ini membuat hewan yang mati di area itu tampak seperti batu yang mengerikan layaknya di negeri dongeng .


Satu-satunya spesies hewan yang dapat bertahan hidup di bawah permukaan danau adalah alkaline tilapia (Alcolapia alcalica), ikan sejenis nila yang bisa bertahan hidup di sepanjang tepi yang airnya kurang asin. Juga sejumlah bakteri.

Fotografer alam liar, Nick Brandt menggunakan bangkai-bangkai hewan di Danau Natron sebagai model dari serial fotografi terbarunya yang mengerikan.

"Menemukan mereka terdampar di sepanjang tepian Danau Natron, saya pikir sangat luar biasa. Bayangkan, setiap detil, dari ujung lidah kelelawar, rambut-rambut kecil di wajahnya, seluruh tubuh elang pemakan ikan, diawetkan dengan sempurna," kata Brandt seperti dimuat CBSNews.com, 3 Oktober 2013.

Belum diketahui bagaimana bisa burung-burung dan kelelawar terjun dalam air yang mematikan. Menurut Brandt, mungkin mereka bingung dengan "refleksi alami ekstrem" pada permukaan danau tersebut -- yang kerap berubah warna. Mirip dengan fenomena burung terbang ke arah jendela kaca dan menabraknya.

Saat memotret bangkai binatang yang kini mirip patung itu, Brant memutuskan untuk membuat mereka dalam posisi seakan masih hidup. Menaruh mereka di ranting pohon atau di atas air. "Aku menempatkan mereka dalam posisi 'hidup'. Seakan hidup lagi setelah mati," kata dia.

Sebagian hasil karya Brant kini dipamerkan di Hasted Kraeutler Gallery di New York dan akan dipublikasikan dalam buku fotografi berjudul, "Across The Ravaged Land".


Asal Usul
Sementara, ahli ekologi di University of Leicester, David Harper mengatakan, jika di tempat lain bangkai hewan yang mati akan terurai dengan cepat, beda halnya di Danau Natron.

"Saat mengering, garam akan membentuk lapisan kerak dan akan bertahan selamanya," kata Harper yang pernah mengunjungi Danau Natron empat kali, seperti yang dikutip dari NBC News.

Garam yang terkandung di Danau Natron tidak seperti garam masak yang dipanen dari laut. Melainkan kapur magmatik yang telah ditempa dalam bumi, keluar melalui aliran lava, dan disemburkan ke udara menjadi awan abu setinggi 10 mil.

Pelakunya adalah Ol Doinyo Lengai, sebuah gunung berapi berusia 1 juta tahun yang terletak di selatan Danau Natron.

Hannes Mattsson, seorang peneliti di Swiss Institute of Technology di Zurich mengatakan, gunung berapi lain biasanya memuntahkan silikat, namun Ol Doinyo Lengai adalah satu-satunya di planet ini yang menyemburkan "natrocarbonatite" -- yang kaya akan sodium, kalium karbonat, nyerereite dan gregoryite. Jauh lebih asin dari silikat.

Material abu vulkanik lalu dikumpulkan air hujan yang masuk ke danau. Itu menjelaskan mengapa hewan yang tercebur di dalamnya terlihat seperti telah jatuh dalam ember semen. Air danau juga mengalami lonjakan salinitas karenanya.

Sementara, Gunung Ol Doinyo Lengai telah meletus sedikitnya delapan kali sejak 1883. Terakhir meletus pada 2007 lalu.

Fakta Terbaru Tentang Bumi

Fakta Terbaru Tentang Bumi - Bumi yang kita tinggali selama ini tentu tidak hanya sebegini saja , melainkan masih banyak hal yang belum kita tau tentang Bumi meskipun kita terlahir dan hidup di Planet yang bernama Bumi ini .

Belakangan saya merasa bahwa ada yang aneh dalam kehidupan ini . Say merasa beberapa hari ini waktu terasa begitu lambat sekali . Padahal sebelumnya saya sering ribut kenapa waktu berjalan begitu cepat dan begitu saja tanpa kesan . Namun belakangan hari ini terasa berbeda , yakni melambat . Lalu apa hanya saya yang merasakannya ?
Untuk menjawab rasa penasaran saya , akhirnya saya memutuskan untuk browsing mencari atikel fakta terbaru tentang Bumi yang mungkin saja bisa menjawab pertanyaan saya .

Dan akhirnya saya mendapat beberapa Informasi menarik yang menambah wawasan saya mengenai Fakta tentang Bumi . Dan sekarang giliran saya untuk membagikannya untuk anda dalam Rangkuman Fakta Terbaru Tentang Bumi .

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diketahui yang dikutip dari Beijing Technology. Coba Anda jawab sejenak, lihat seberapa luas pemahaman Anda tentang masalah ini.

1. Apakah dalam satu hari itu akan selalu 24 jam ? 
Pada 10 ribu tahun silam, di bumi hanya 18 jam sehari, dari hari ke hari rotasi bumi semakin lamban, dan dalam satu hari sekarang adalah 24 jam, menurut perhitungan ilmuwan, bahwa kelak di masa yang akan datang, dalam satu hari di bumi akan menjadi 960 jam! Woow mungkin sekarang sudah mulai melambat ?

2. Berapa luas permukaan bumi ? 
Luas permukaan bumi adalah 510,1 juta km persegi.

3. Berapa luas padang pasir di bumi? 
Kurang lebih 1/3 areal bumi merupakan padang pasir, jika manusia tidak membatasi terhadap perilaku individu, maka padang-pasir akan semakin meluas. Gurun Sahara di Afrika Utara adalah padang pasir yang terluas di dunia, adalah 23 kali lipatnya padang pasir di California, AS. Meskipun sekarang banyak bagian gurun yang berubah menjadi padang rumput .

4. Berapa tinggi suhu di bagian dalam bumi ? 
Setiap suhu yang berjalan 1 km menuju ke dalam bumi akan meningkat 20 derajat celcius, menurut perhitungan ilmuwan, bahwa di daerah pusat bumi, suhu akan mencapai 3870 derajat Celcius. Sekali nyemplung langsung ilang .

5. Apakah sungai itu hidup ? 
Sungai sama seperti semua makhluk hidup yang lain yakni memiliki rentang hidup. Mereka akan tumbuh perlahan setelah lahir, maksudnya areal daerah aliran akan meluas, kemudian akan mati seiring dengan meningkatnya usia. Ini yang rada aneh . memang begitu logis sih sebenarnya , cuman mungkin pemakaian bahasanya saja yang membuatnya terkesan aneh .

6. Berapa kali kilat terjadi setiap detiknya ? 
Mungkin tempat yang anda pijak sekarang langit tampak cerah sejauh mata memandang, tapi di tempat lain hujan dan guntur silih berganti. Berdasarkan perhitungan ilmuwan, rata-rata setiap detik akan terjadi kilat 100 kali, tapi ini adalah kilat yang hanya menerjang permukaan bumi. Dalam satu menit terdapat lebih dari 1000 kali badai guntur yang mengelilingi bumi, menimbulkan lebih dari 6000 kali kilatan petir, sebagain besar terjadi di lapisan awan.

7. Apakah batu bisa mengapung di air? 
Orang-orang pasti merasa ini adalah pertanyaan yang ganjil, bagaimana mungkin batu bisa mengapung? Sesungguhnya ini sebuah kenyataan. Ketika gunung berapi meletus, gas yang terpisah dari dalam lava dapat menghasilkan batu apung, dalam batuan ini terdapat banyak gelembung udara, karena itu mereka bisa mengapung di air.

8. Apakah batuan bisa tumbuh ? 
Benar, batu bisa tumbuh. Ada suatu batu feromangan tumbuh di lereng pegunungan dasar laut, tempurung batuan ini secara perlahan-lahan menyerap mineral yang mengendap dalam air, setiap 1 juta tahun tumbuh kurang lebih 1 milimeter.

9. Danau terbesar di dunia ?
Dari segi area, Laut Kaspia adalah danau yang paling besar di dunia, terletak di antara tenggara Eropa dan Asia barat.

10. Jika tutup es di Kutub Selatan mencair, berapa tinggi air akan naik ke permukaan? 
Tutup es di Kutub Selatan menduduki hampir 90 % cadangan es di bumi, sebanyak 70% kapasitas air tawar tersimpan dalam tutup es Kutub Selatan. Jika seluruh tutup es di Kutub Selatan lumer, maka permukan laut akan naik 220 kaki, atau setinggi 20 lantai gedung bertingkat. Ilmuwan menuturkan, es di Kutub Selatan berangsur-angsur mulai mencair, berdasarkan laporan PBB, bahwa menurut tendensi kenaikan suhu sedunia, kondisi terburuk adalah, sampai pada tahun 2100 nanti, permukaan laut akan naik 3 kaki..
(250cm)

Dan itulah Beberapa Fakta Terbaru Tentang Bumi yang saya pikir sebagai penduduk Bumi anda jugaharus mengetahuinya . Kan aneh nanti jika ketemu Alien trus ngadai Kuis yang temanya tentang Bumi . Anda yang asli bumi malah gak tau Fakta Tentang Bumi yang indah ini .

Mungkinkah Kehidupan Bumi Berasal Dari Mars

Mungkinkah Kehidupan Bumi Berasal Dari Mars - Dulu saya pernah mendengar atau membaca artikel mengeai Keberadaan Adam yang masih menjadi misteri hingga sekarang . Yang menarik dari artikel tersebut adalah bahwa Adam di duga berasal dari Mars dan datang ke Bumi seiring kehancuran Planet Mars . ya , Planet Mars kiamat dan mereka akhirnya mengungsi ke Planet baru yang bisa disinggahi . Dan pemimpin koloni tersebut adalah sosok yang manusia Bumi kenal dengan nama Adam ( Nabi ) .

Nah , kali ini saya juga menyempatkan memposting Artikel yang sangat menarik sekali , yakni tentang penelitian terbaru yang mengungkap adanya kemungkinan bahwa kehidupan Planet Bumi adalah berasal dari Mars . Namun dalam posting kali ini kita akan membahas penelitian Ilmiah yang mungkin tidak ada kaitannya dengan pendapat artikel yang saya baca sebelumnya .

Baru-baru ini, ilmuwan menganalisis sebuah meteorit yang berasal dari Mars. Mereka menemukan adanya unsur bernama Molybdenum dalam bentuk yang telah teroksidasi.

"Hanya bila Molybdenum ada dalam bentuk yang sangat teroksidasi maka unsur itu bisa memengaruhi permulaan kehidupan," kata Steven Benner dari Westheimer Institute for Science and Technology di Florida.

Molybdenum dalam bentuk yang sangat teroksidasi tidak bisa ditemukan di Bumi purba. Sebabnya, bumi pada awal terciptanya kehidupan, sekitar 3 miliar tahun lalu, miskin unsur oksigen.

Para peneliti percaya, unsur Molybdenum yang teroksidasi itulah yang mendorong terciptanya makhluk hidup di Bumi.

Molekul organik memang syarat utama terciptanya kehidupan. Namun, molekul ini butuh pemantik lain sehingga kehidupan benar-benar tercipta. Kehidupan terbentuk hanya dengan penambahan Boron dan Molybdenum.

Boron akan membantu terbentuknya cincin molekul karbohidrat. Sementara Molybdenum membantu menyusun unsur gula ribosa, yang kemudian menjadi bagian dari Asam Ribonukleat (RNA), materi genetik yang dipercaya eksis sejak awal kehidupan. Ilmuwan percaya, pada awal kehidupan, belum ada Asam Deoksiribonukleat (DNA).

"Analisis pada meteorit Mars baru-baru ini menunjukkan bahwa obyek itu memiliki kandungan Boron. Kami sekarang percaya bahwa bentuk Molybdenum yang teroksidasi juga ada di sana," kata Benner seperti dikutip Space, Kamis (29/8/2013).

Menurut peneliti, RNA sulit berada di Bumi pada masa awal kehidupan. Pasalnya, Bumi saat itu sudah kaya air yang justru bersifat merusak RNA.

Dengan demikian, peneliti menganggap bahwa kehidupan sebenarnya tercipta di Mars lebih dahulu. Kemudian, kehidupan dibawa ke Bumi lewat meteorit. Skenario ini mungkin karena beberapa mikroba diyakini mampu bertahan dalam perjalanan antariksa.

Benner memaparkan hasil penelitiannya di Goldschmidt Geology Conference di Florida, Kamis kemarin.

Penelitian ini tentu akan terus mengalami perkembangan untuk mengungkap seperti apa sebenarnya rantai kehidupan di Bima sakti dan juga misteri alam semesta yang begitu luas . Selalu nantikan Update artikel yang akan mengungkap fakta terbaru mengenai kehidan dan peradaban dunia , hanya di Fakta Dunia .

Refrensi : Kompas

Bumi Pernah Menjadi Neraka Selama 200 tahun

Bumi Pernah Menjadi Neraka Selama 200 tahun - Jika kita mengingat Neraka , apa yang akan kita bayangkan ? Panas , api dan kesengsaraan . Semua hal buruk kabarnya bisa kita temukan disana . Dan tahukah anda , penelitian mengatakan bahwa ternyata tanah yang kita tinggali sekarang ini adalah Neraka ? Iya , neraka sebelum nenk moyang anda singgah di bumi ini .

Dulu, Bumi adalah "neraka", panas dan tak mampu mendukung kehidupan. Namun, kondisi serupa neraka itu tak berlangsung lama dalam skala astronomi. Bumi kemudian berubah menjadi planet biru yang ramah.

"Neraka" di Bumi awalnya diperkirakan berlangsung pada 600 juta tahun awal umur Bumi. Periode itu disebut Hadean. "Ini adalah periode sejarah Bumi saat planet kita masih muda, panas, seperti neraka dan tak mendukung kehidupan," kata Judit Coggon dari University of Bonn, Jerman, seperti dikutip New Scientist, Jumat (30/8/2013).

Namun, periode tersebut diperkirakan hanya berlangsung sekejap. Studi terbaru yang dilakukan oleh Coggon dan timnya mengungkap bahwa Bumi mungkin menjadi surga kehidupan dan berubah menjadi planet biru lebih awal dari yang diduga sebelumnya.

Pemodelan sebelumnya menyatakan, logam seperti emas dan platinum disebut juga unsur-unsur yang cinta besi, yang larut di besi yang meleleh akan langsung tenggelam ke inti Bumi yang kaya besi begitu terbentuk.

Unsur tersebut dikirim ke Bumi dari antariksa oleh asteroid dan komet. Ilmuwan memperkirakan, bombardir asteroid dan komet yang mengirim unsur itu terjadi 3,9 miliar tahun lalu. Saat itu, air dalam bentuk es juga dikirim ke Bumi.

Coggon yang melakukan analisis kimia batuan di Greenland mengungkap bahwa Bumi sudah kaya emas dan platinum sejak 4,1 miliar tahun lalu. Artinya, proses dikirimnya emas, platinum, beserta air yang membentuk lautan di Bumi mungkin sudah terjadi sebelumnya.

Coggon dalam studinya yang dipublikasikan di Nature Geoscience, 21 Agustus 2013 lalu, memperkirakan, Bumi sudah kaya lautan sejak 200 juta tahun setelah terbentuk. Artinya, "neraka" di Bumi berlangsung sangat singkat dan kehidupan ada jauh lebih awal dari yang diduga.

Pernah sebelumnya anda mendenga bahwa ternyata Bumi Pernah Menjadi Neraka Selama 200 tahun ? Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda .

Sumber : Kompas

Ilmuwan Melaporkan Cuaca Di Planet Alien

Ilmuwan Melaporkan Cuaca Di Planet Alien - Teknologi jaman sekarang sudah semakin maju . Dan fakta fakta baru tentang planet dan luar angkasa mulai banyak bermunculan dan mengungkap tabir tanpa batas antariksa yang selalu menyimpan banyak sekali misteri . Dan hal yang baru sekali adalah adanya pelaporan Cuaca yang terjadi di Planet nun jauh disana .

Manusia sekarang sudah mampu melaporkan cuaca di planet alien, yang mengungkap adanya awan di planet gas raksasa untuk pertama kalinya.

Dengan bantuan teleskop antariksa Spitzer dan Kepler, ilmuwan mengungkap bahwa belahan barat planet tersebut sangat berawan, sementara bagian timurnya bersih alias cerah.

Kepler 7b adalah planet gas raksasa seukuran 1,5 kali Jupiter. Meski lebih besar dari Jupiter, massa jenisnya hanya sepersepuluhnya.

Awan di planet tersebut diketahui setelah misi tiga tahun pengamatan yang menghasilkan citra resolusi rendah yang memiliki spot terang.

Awalnya, ilmuwan sempat bertanya-tanya, apa sebenarnya spot terang tersebut. Ada dua dugaan, pertama, spot adalah awan dan, kedua, merupakan panas.

Untuk memastikan, ilmuwan melakukan penelitian temperatur Kepler 7b dengan teleskop antariksa Spitzer.

Hasil pengamatan menunjukkan bahwa spot terang itu adalah hasil pemantulan cahaya bintang oleh Kepler 7b.

"Kepler 7b memantulkan lebih banyak cahaya dari planet gas raksasa lain yang kita temukan, yang merujuk pada adanya awan di atmosfernya," kata Thomas Barclay, tim misi Kepler dari Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) seperti dikutip National Geographic, Selasa (1/10/2013).

"Tak seperti di Bumi, pola awan di planet ini tak berubah banyak, planet itu memiliki iklim yang stabil," kata Barclay.

Masih begitu banyak fakta yang belum terungkap mengenai Plane Alien ini , dan semoga kedepannya banyak fakta fakta baru yang bermunculan agar kita orang awam juga mengetahui keadaan semesta raya ini .

Fakta Terbaru Planet Mars

Fakta Terbaru Planet Mars - Setahun lamanya meneliti planet Mars , pesawat Antariksa Curiosity menemukan banyak asekali bukit mengejutkan dan juga merupakan fakta baru dari Planet misterius ini . Fakta fakta terbaru planet Mars ini beragam , mulaidari bukti adanya air di Mars hingga penelitian yang mengungkap kemiripan kondisi Mars dengan Bumi .

Pertanyaan yang muncul adalah , benarkah bahwa Planet Mars adalah Planet yang telah mengalami Kiamat ?

Namun kali ini kita tidak akan membahas kesimpulan jawaban dari pertanyaan itu , melainkan mencoba mengungkap bukti dan fakta terbaru dari Planet Mars .

Pemandangan Mars Mirip Bumi
Di awal pendaratan Pesawat di Mars , team mengambil beberapa foto keadaan di Mars . Dan yang mengejutkan adalah kemiripannya dengan tanah Gurun di Bumi . Sehingga banyak yang berpendapat bahwa pendaratan di Mars adalah Palsu .

Pihak NASA juga sempat mempublikasikan foto jepretan itu melalui Akun Twitter resmi badan penerbangan Antarksa Curiosity . Foto hasil jepretan pertama dan malam hari .

Batu Jake Mirip Batu Di Bumi
Setelah beberapa minggu berada di Mars, Curiosity mulai menganalisis batu Jake. Hasil analisis mengungkap bahwa batu Jake memiliki kemiripan dengan batu di Bumi, terbentuk lewat peristiwa vulkanik serta memiliki mineral yang juga dimiliki batu di Bumi.

Tanah Mars Sama dengan Tanah di Hawaii
Pada November 2012, Curiosity telah sampai di wilayah Mars yang disebut Rocknest. Di wilayah itu, Curiosity menganalisis tanah Mars. Diketahui kemudian, tanah Mars memiliki komposisi mineral mirip dengan tanah di Hawaii.

Mineral Mars
Analisis pada batu "John Klein" mengungkap bahwa Mars memiliki mineral yang terbentuk dengan keberadaan air. Batu tersebut mengandung mineral tanah liat dan sulfat. Diduga, Mars juga pernah punya sumber air minum.

Riset lain yang dilakukan oleh wahana antariksa Opportunity juga mengungkap bahwa Mars punya air yang bisa diminum. Opportunity dalam observasi di Kawah Endeavour menemukan adanya tanda bahwa Mars punya air dengan pH netral.

Atmosfer Planet Mars
Curiosity mengungkap bahwa dahulu Mars pernah memiliki atmosfer tebal. Namun, karena tak mampu mempertahankan gasnya dari radiasi Matahari, atmosfer planet merah itu perlahan menipis. Hal ini kemudian berpengaruh pada kemampuan Mars mendukung kehidupan.

Sisi Bahaya Mars
Mars memang terkonfirmasi punya air. Namun, Mars juga punya senyawa beracun seperti sulfat yang bila terhirup akan sangat berbahaya, serta perklorat. Belum lagi, radiasi Matahari di Mars yang sangat berisiko bagi manusia.

Fenomena Astronomi
Di samping mengungkap fakta baru, Curiosity juga mengungkap fenomena astronomi menarik di Mars. Misalnya, Curiosity menangkap citra gerhana yang muncul karena Phobos menghalangi Matahari serta terbitnya bulan tersebut.

Dan itulah sedikit Informasi mengenai Fakta Terbaru Planet Mars yang masih akan terus mengalami perkembangan kedepannya . Meneliti ruang angkasa yang tak terbatas memang selalu menjadi hal menarik yang bisa kita pelajari karena selalu ada sesuatu yang kadang tidak pernah terduga sebelumnya .

Information

Print Logo

Copyright © 2013 Asis Clone by Ichi Hikaru!.