A global focus

INTERNATIONAL WORK FOR A NATIONAL PURPOSE

Showing posts with label Planet. Show all posts

Bintang Di Langit Tinggal Seidkit , Apa Penyebabnya ?

Bintang Di Langit Tinggal Seidkit , Apa Penyebabnya ? - Barusan saya berkeliling melihat lihat artikel sambil mencari bahan untuk memposting Fakta fakta terbaru yang ada di dunia yang pastinya akan menambah wawasan kita . Dan tidak sengaja ada salah satu artikel yang menyebutkan bahwa Jumlah Bintang di langit berkurang . Loh , benarkah ???

Bahkan saya tidak pernah menghitung bintang dilangit yang memang begitu banyak . Dan saya sendiri tidak bisa memastikan berapa jumlah bulat dari banyaknya bintang di langit itu , apa ribuan , jutaan atau bahkan milyaran , Ya saya sebagai makhluk bumi hanya bisa menikmati keindahan sinar bintang tanpa mau repot repot untuk menghitungnya apalagi menelitinya . Karena saya bukan astronom .

Tapi benarkah jumlah bintang dilangit berkurang dan hanya tinggal sedikit ? Kita akan bahas dibawah ini secara rinci dan apa saja penyebabnya . Namun sebelum itu sebaiknya kita bahas dulu apa itu bintang dan bagaimana Bintang itu bekerja , sekedar mengingatkan anda ke masa pelajaran SD dulu ddengan tambahan ilmu sedikit yang lebih modern dan faktual tentunya .

Dulu kita hanya diberi tahu bahwa Perbedaan bintang dan bulan adalah bahwa bintang mengeluarkan sinarnya sendiri sementara bulan dan planet hanya memantulkan cahaya . Namun kali ini kita akan beri fakta mengenai bintang yang lebih kompleks lagi .

Tahukah anda bahwa bintang adalah matahari ?
Ya , bintang adalah matahari yang letaknya terlampau jauh dari planet tempat tinggal kita . Kenapa bisa disebut matahari padahal ukuran mereka kecil ? Karena bintang mengeluarkan cahanya sendiri layaknya matahari yang bisa memproduksi cahaya sendiri .

Kenapa bintang kecil ?
Kembali lagi ke soal yang sedikit saya singgung diatas bahwa bintang terletak sangat jauh dari galaksi Bima sakti yang merupakan galaksi kita . Dan fakta lainnya adalah bahwa cahaya bintan yang sekarang kita lihat adalah cahaya yang sudah lama dihasilkan oleh bintang tersebut ( masa lampau ) .

Bisa jadi cahaya bintang yang kita lihat adalah cahaya bintang seribu tahun lalu , lagi lagi karena jarak yang teramat jauh sehingga baru nyampai ke Bumi . Sekarang anda bisa melihat bintang mengeluarkan cahaya yang cantik dan begitu terang , namun sebenarnya bintang tersebut ternyata sudah padam . Karena menurut penelitian ternyata bintang juga bisa kehabisan bahan bakar dan akhirnya padam , sementara sinarnya yang dihasilkanmasih merambat menuju galaksi yang lain .

Kembali ke Topik Berkurangnya jumlah bintang
Ada dua alasan yang kita punya mengapa Bintang semakin berkurang .

Alasan pertama : Bintang Kehabisan Bahan Bakar
Hal ini dikarenakan alam semesta menghasilkan bintang lebih sedikit akibat galaksi mulai kehabisan gas. Demikian penelitian oleh Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO).

Robert Braun dari  CSIRO meneliti beberapa galaksi jauh dan membandingkannya dengan galaksi-galaksi terdekat. Peneliti menemukan galaksi saat masa pembentukan dulu memiliki molekul hidrogen lebih banyak dibandingkan dengan galaksi masa kini. Karena bintang terbentuk dari hidrogen, jika semakin sedikit hidrogen yang ada, maka semakin sedikit bintang yang terbentuk. Penelitian ini memberikan kita informasi mengapa alam semesta mulai redup dan kehilangan cahayanya.

Masalah utamanya adalah bagaimana galaksi dapat mendapat gas dari luar. "Gas masuk ke galaksi melalui ruang antargalaksi. dua pertiganya masih ditemukan di ruang tersebut, hanya sepertiga yang membentuk galaksi," ungkap astronom. Dua per tiga gas yang ada di ruang antargalaksi menciptakan planet, planet kerdil, dan bintang neutron.

Tersendatnya gas di dalam ruang antargalaksi tercipta saat Energi Gelap (Dark Energy) mulai menjajah alam semesta. "Kecepatan Energi Gelap itu akan membuat galaksi semakin sulit menciptakan bintang," papar Braun. "Jadi, molekul gas yang digunakan mengalami penurunan yang cukup cepat. Selama interval waktu yang kami pelajari, penurunan itu semakin cepat," tambahnya. (Sumber: Physorg/nationalgeographic)

Alasan Kedua : Cahaya lampu
Semakin terang cahaya di sekeliling kita maka akan semakin sedikit bintang yang bisa kita lihat . Untuk membuktikannya silahkan anda pergi ketempat yang gelap dan lihatlah ke langit . Mungkin butuh waktu beberapa menit untuk mata anda beradaptasi ke tempat yang lebih gelap .

Silahkan coba berbaring atau duduk di kawasan yang minim cahaya dan lihatlah ke langit ( Cerah ) maka anda akan menemui bintang yang begitu banyak bertaburan dan anda akan terpesona dengan keindahan bintang dalam kegelapan . Anda akan menemui kembali sungai langit dan bintang bintang yang bergerak tidak beraturan .

Jadi Alasan mengapa bintang berkurang belakangan ini sudah terjawab dengan alasan diatas . Materi ini saya ambil dari blog tetangga yang membahas kasus serupa dan menurut saya begitu inspiratif .

Anda bisa menemukan kasus serupa di http://anonymouspalsu.blogspot.com/2013/09/sekarang-bintang-di-langit-terlihat.html

Aneh ! Danau Ini Mengubah Hewan Menjadi Batu

Aneh ! Danau Ini Mengubah Hewan Menjadi Batu - Melihat dari judul artikel ini tentu akan membawa kita selah kembali kemasa kanak kanak dan masuk ke alam negeri Dongeng yang mustahil terjadi di kehidupan nyata . namun ini bukan dongeng dan ini kenyataan yang mengerikan .
Ya , Danau Natron yang mematikan . Di satu sisi danau ini adalah tempat yang sangat nyaman untuk para Flamingoes kawin dan bersantap ria . Ada lebih dari 2,5 juta flamingoes yang bermukim dan mencari makan disana , Danau Natron adalah tempat yang aman dari para predator si burung berkaki panjang dan juga menyimpan banyak sekali makanan seperti Alga spirulina untuk santapan mereka . Namun bagi hewan lain , Danau di utara perairan Tanzania ini bisa menjadi neraka yang mengerikan .

Danau dangkal yang kedalamannya kurang dari 3 meter itu adalah kuburan dari ribuan hewan kecil dan burung . bahkan banyak Flaminggo yang mati di Area ini karena kurang hati hati .

Natron adalah danau garam, airnya memiliki pH sampai 10,5, begitu kaustik hingga bisa membakar kulit dan mata hewan yang tidak bisa beradaptasi dengannya. Ditambah lagi dengan suhu airnya yang bisa mencapai 60 derajat Celcius.

Danau Natron, namanya diambil dari natron -- mineral natrium karbonat dekahidrat (sodium carbonate decahydrate) yang biasa digunakan orang Mesir kuno mengeringkan organ selama proses mumifikasi atau membuat mumi.

Kandungan mineral dalam airnya juga punya fungsi sebagai pengawet bangkai hewan malang yang tercebur lalu mati. Membuat mereka seakan dicelupkan dalam adonan semen.Dan ini membuat hewan yang mati di area itu tampak seperti batu yang mengerikan layaknya di negeri dongeng .


Satu-satunya spesies hewan yang dapat bertahan hidup di bawah permukaan danau adalah alkaline tilapia (Alcolapia alcalica), ikan sejenis nila yang bisa bertahan hidup di sepanjang tepi yang airnya kurang asin. Juga sejumlah bakteri.

Fotografer alam liar, Nick Brandt menggunakan bangkai-bangkai hewan di Danau Natron sebagai model dari serial fotografi terbarunya yang mengerikan.

"Menemukan mereka terdampar di sepanjang tepian Danau Natron, saya pikir sangat luar biasa. Bayangkan, setiap detil, dari ujung lidah kelelawar, rambut-rambut kecil di wajahnya, seluruh tubuh elang pemakan ikan, diawetkan dengan sempurna," kata Brandt seperti dimuat CBSNews.com, 3 Oktober 2013.

Belum diketahui bagaimana bisa burung-burung dan kelelawar terjun dalam air yang mematikan. Menurut Brandt, mungkin mereka bingung dengan "refleksi alami ekstrem" pada permukaan danau tersebut -- yang kerap berubah warna. Mirip dengan fenomena burung terbang ke arah jendela kaca dan menabraknya.

Saat memotret bangkai binatang yang kini mirip patung itu, Brant memutuskan untuk membuat mereka dalam posisi seakan masih hidup. Menaruh mereka di ranting pohon atau di atas air. "Aku menempatkan mereka dalam posisi 'hidup'. Seakan hidup lagi setelah mati," kata dia.

Sebagian hasil karya Brant kini dipamerkan di Hasted Kraeutler Gallery di New York dan akan dipublikasikan dalam buku fotografi berjudul, "Across The Ravaged Land".


Asal Usul
Sementara, ahli ekologi di University of Leicester, David Harper mengatakan, jika di tempat lain bangkai hewan yang mati akan terurai dengan cepat, beda halnya di Danau Natron.

"Saat mengering, garam akan membentuk lapisan kerak dan akan bertahan selamanya," kata Harper yang pernah mengunjungi Danau Natron empat kali, seperti yang dikutip dari NBC News.

Garam yang terkandung di Danau Natron tidak seperti garam masak yang dipanen dari laut. Melainkan kapur magmatik yang telah ditempa dalam bumi, keluar melalui aliran lava, dan disemburkan ke udara menjadi awan abu setinggi 10 mil.

Pelakunya adalah Ol Doinyo Lengai, sebuah gunung berapi berusia 1 juta tahun yang terletak di selatan Danau Natron.

Hannes Mattsson, seorang peneliti di Swiss Institute of Technology di Zurich mengatakan, gunung berapi lain biasanya memuntahkan silikat, namun Ol Doinyo Lengai adalah satu-satunya di planet ini yang menyemburkan "natrocarbonatite" -- yang kaya akan sodium, kalium karbonat, nyerereite dan gregoryite. Jauh lebih asin dari silikat.

Material abu vulkanik lalu dikumpulkan air hujan yang masuk ke danau. Itu menjelaskan mengapa hewan yang tercebur di dalamnya terlihat seperti telah jatuh dalam ember semen. Air danau juga mengalami lonjakan salinitas karenanya.

Sementara, Gunung Ol Doinyo Lengai telah meletus sedikitnya delapan kali sejak 1883. Terakhir meletus pada 2007 lalu.

Information

Print Logo

Copyright © 2013 Asis Clone by Ichi Hikaru!.